Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Don't judge a book by its cover? Then, how we judge it?

Don't judge a book by its cover        Pernah mendengar ungkapan tersebut? Penulis yakin anda semua pasti pernah mendengarnya atau bahkan menggunakannya, ya ungkapan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada orang bahwa untuk menilai sesuatu tidak bisa hanya melihat dari luarnya saja, namun seberapa benar ungkapan tersebut?        Di toko buku sendiri buku (baru) yang mereka jual pasti dalam keadaan terbungkus plastik, lalu bagamana cara kita menilai sebuah buku jika bukan dari jilidnya? Seorang penulis buku yang baik pasti akan memilih perancang jilid terbaik untuk karyanya karena ia ingin memberikan yang terbaik untuk para pembaca karyanya. Begitu pula dengan manusia, manusia yang baik pasti akan menampilkan kesan yang baik kepada orang disekitarnya.        Jadi, nilailah buku dari jilidnya karena buku yang baik pasti ditulis oleh penulis yang baik dan penulis yang baik pasti akan memilih perancang jilid...

Yakin mau jadi guru SD?

Profesi guru menjadi profesi yang menjanjikan. Tunjangan, gaji besar, dan jaminan saat pensiun. Mungkin menjadi motivasi para siswa SLTA khusus wilayah Banten dan sekitarnya untuk menjadikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan menjadi fakultas tujuan mereka saat pendaftaran Seleksi masuk PTN, hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa FKIP di Untirta.  Untuk jurusan PGSD bahkan menjadi salah satu jurusan favorit di FKIP terbukti dari banyaknya jumlah siswa yang mendiami 4 kelas (angkatan 2017). Bagaimana sebenarnya realitas yang terjadi pada guru SD? Sebenarnya menjadi guru SD merupakan tugas yang mulia, namun untuk kesejahteraan guru SD masih jadi pertanyaan hal ini akibat banyaknya guru SD honorer yang mendapat gaji yang tidak sesuai dengan tugasnya, sekitar Rp 300 ribu perbulan bahkan insentif ini diberi setiap 3-6 bulan sekali.  Mungkin hal ini yang mengakibatkan kualitas SD di Indonesia masih kurang baik karena tenaga pendidik merupakan ujung tombak dunia pendidika...

Masih perlukah Ujian Nasional?

Pendidikan adalah hak semua orang namun bagaimana dengan kualitas pendidikan yang baik apakah masih menjadi hak semua orang? Pertanyaannya seperti inilah yang selama ini selalu ada dalam benak penulis. Pertanyaan seperti ini muncul ketika penulis akan menghadapi Ujian Nasional SD ketika itu penulis merasa heran kenapa soal ujian nasional sama untuk seluruh sekolah Indonesia padahal belum tentu kualitas pendidikannya sama? apakah sarana dan prasarana dalam kegiatan mengajar sama? apakah kompetensi tenaga pendidiknya sama? Seiring waktu berjalan penulis tahu bahwa Ujian Nasional memang harus terus dilaksanakan namun bukan untuk penentu kelulusan seorang siswa tetapi sebagai evaluasi pemerintah terhadap pengelolaan sekolah, juga sebagai pemetaan pemerintah terhadap bantuan yang akan diberikan kepada sekolah. Jadi penulis rasa Ujian Nasional masih harus terus dilakukan mengingat pemerataan kualitas pendidikan yang kita kejar saat ini.

Vaksin MR haram tapi

Vaksin MR, akhir akhir ini Vaksin MR menjadi buah bibir masyarakat indonesia, hal ini karena kandungan dalam vaksin tersebut dinyatakan tidak halal (haram) oleh MUI, namun sebenarnya seberapa penting vaksinasi untuk anak? Vaksinasi adalah proses anak akan diberikan vaksin yang diisi dengan jenis bakteri atau virus tertentu yang telah dilemahkan atau dinonaktifkan untuk membentuk antibodi dan merangsang  sistem imun di dalam tubuh si anak. Agar kekebalan tubuh si anak terbentuk dengan baik dan siap menghadapi berbagai serangan penyakit seperti polio, tetanus, cacar, campak, gondongan, dan penyakit lainnya. Meski haram vaksin MR tetap boleh digunakan karena satu dan lain hal sehingga MUI membolehkan vaksinasi dengan vaksin MR. Pemerintah sudah memberikan pemahaman bahwa virus Rubella sangatlah berbahaya jadi untuk orang tua sebaiknya memberikan vaksin tersebut kepada anak-anaknya. Karena anak-anak kita merupakan generasi penerus yang mana mereka akan bertanggung jawab untuk...

Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau untuk edukasi

Manusia dapat belajar dimana dan kapan saja namun pemikiran yang berkembang di masyarakat adalah bahwa belajar hanya bisa dilakukan di dalam kelas. Banyak sekali tempat yang sangat cocok untuk tempat belajar namun kurang dimanffdiman dengan baik misalnya Ruang Terbuka Hijau, apa itu ruang terbuka hijau? Menurut Undang- Undang RI No.26 tahun 2007 Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang  penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang  tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.  Pemanfaatan ruang terbuka hijau belum maksimal terlebih untuk mengedukasi anak anak akan pentingnya alam  padahal pruang terbuka hijau bisa manjadi media yang tepat untuk anak mempelajari ekosistem karena dalam Ruang terbuka hijau terdapat bermacam macam hewan tanaman bahkan unsur abiotik. Namun hal ini tidak dimanfaatkan oleh para pendidik baik orang tua maupun guru.

Sikap kita untuk #2019

"turunkan presiden!" "Turunkan harga BBM jika tidak, turunkan presiden!" "Kurs Rupiah melemah, turunkan presiden!" "Stop impor, jika tidak tirunkan presiden" Mungkin ujaran ujaran di atas sering kita jumpai akhir-akhir ini sehingga membuat masyarakat resah. Tuntutan tuntutan tidak masuk akal ini seringkali muncul ketika aksi aksi yang dilakukan oleh beberapa kelompok orang. Namun kenapa semuanya tercium aroma politik disana? Karena memang hal ini merupaka dampak dari tahun politik yang akan terjadi pada tahun 2019. Sebenarnya hal hal seperti itu sering terjadi menjelang tahun politik, belum lagi jika kelompok kelompok tertentu memunculkan isu isu tertentu seperti ekonomi misalnya untuk menjatuhkan pihak lain. Namun yang membuatnya agak aneh adalah penulis mendengar ujaran tersebut dari seorang oknum mahasiswa, padahal mahasiswa dianggap kaum intelektual yang  berbicara pada asas kebenaran dan kajian. Namun bagaimana yang seharusnya sika...

Mendidik manusia atau memprogram Robot?

Sistem pendidikan Indonesia itu menghasilkan robot bernyawa yang telah diprogram sedemikian rupa agar bisa menjawab semua soal suatu ujian. Kenapa penulis berstatemen demikian? Penulis ingin bertanya kepada anda, apa yang biasa anda lakukan jika akan menghadapi suatu ujian? Pasti jawabannya adalah belajar. Dengan cara apa? Dengan cara mengingat dan menghafal konsep konsep atau teori yang pernah di berikan guru. Dan hal tersebut sama seperti halnya anda membuat suatu program robot pasti anda memasukkan semua perintah yang anda kehendaki kedalam program tersebut. Manusia dituntut mengingat semua materi yang akan diberikan karena tujuan utama dari sekolah di Indonesia adalah lulus dari tes. Contoh: ketika anda SD, tujuan utama dari sekolah tersebut adalah lulus dari tes yang dilakukan oleh negara (UN) dan sekolah (US) agar mendapatkan nilai maksimum dan bisa masuk ke jenjang berikutnya dan hal ini berlanjut sampai jenjang perguruan tinggi. Hal ini membuat manusia akan melaku...

Guru vs Dokter

Guru adalah sosok yang menjadi teladan bagi sang murid. Guru "Digugu" atau (didengar) dan "ditiru" (dicontoh) sudah selayaknya guru menjadi role model bagi muridnya dan dituntut menjadi guru profesional menjadi guru haruslah memiliki 4 kompetensi dasar yaitu, Pedagogik, Kepribadian, Sosial dan Profesional.  Maka dari itu jika menjadi guru tanpa memiliki keempat kompetensi dasar tersebut berarti ia telah melakukan "malapraktik" karena murid bisa diibaratkan seorang pasien yang harus ditangani oleh dokter yang berkompeten di bidangnya bedanya jika seorang dokter melakukan malapraktik maka efeknya akan langsung dirasakan pasien berbeda dengan guru jika guru melakukan kesalahan dalam menangani siswa maka dampak yang akan dirasakan siswa baru akan terasa ketika mereka dewasa.  Dan hal ini juga bisa mempengaruhi kualitas pendidikan suatu negara karena guru merupakan ujung tombak dari pendidkan.

Nepotisme di perekrutan tenaga pengajar?

"Eh, elu kok udah ngajar sih? Lulus aja belom" " Iya, soalnya bapak gue ngajar disana yaudah gue masuk aja. lumayan " Dialog tersebut adalah percakapan penulis dengan seorang teman yang sudah mengajar di salah satu SD, padahal ia belum mendapatkan ilmu yang cukup. Padahal hal ini akan berdaberdampak pada murid didiknya dan berimplikasi pada kualitas pendidikan. Ilmu mendidik belum mumpuni sudah menangani anak didik, penanganan yang salah pada peserta didik akan berdampak sampai ia dewasa sama seperti halnya dokter melakukan malapraktik, jika dokter melakukan malapraktik dampaknya akan langsung terasa oleh sang pasien berbeda jika guru yang melakukan malapraktik maka dampaknya baru akan terasa ketika sang murid menjadi dewasa. Hal ini mencerminkan bagaimana perekrutan guru adalah faktor penentu dalam perkembangan kualitas pendidikan di indonesia. Nepotisme seharusnya tidak dilakukan karena yang dipetaruhkan adalah penerus bangsa ini.

SD ku.

“ Dek tadi belajar apa?”(tanya penulis kepada adik penulis) “Belajar IPA kak” jawabnya. “Belajar IPA nya bagian materi apa?” “Enggak tahu kak, tapi tadi disekolah nyalin dari buku paket ke buku tulis kak” “Kok bisa enggak tahu?” “Iya soalnya tadi gurunya hanya menyuruh menulis saja”. Hmm, kok belum ada perubahan ya? padahal cara belajar seperti itu sudah dipakai ketika saya bersekolah di sana dan itu sudah sekitar 11 tahun yang lalu. Pikir penulis. “Siapa yang mengajar?”  “Pak Adi kak” Kebetulan Adi adalah teman sekelas penulis saat SD. Adi baru saja lulus dari SMA sekitar setahun yang lalu dan mengajar di SD tersebut.  Penulis pikir kenapa setelah ia mendapatkan cara pengajaran yang kurang baik kenapa ia melakukan kesalahan yang sama padahal kita sama sama tahu bahwa cara mengajar tersebut tidaklah baik, Jika hal ini terus berlanjut bukan tidak mungkin jika anak muridnya menjadi pengajar maka akan melakukan hal yang sama. Cerita ini hanyalah salah satu cerita mung...

Kenapa harus ke Jakarta?

 Kapan mau ke Jakarta? Sebagai orang yang tinggal di desa pertanya pertanyaan semacam itu sering menghampiri hal ini karena mindset yang tumbuh dalam masyarakat desa yaitu lulus sekolah ya pergi ke Jakarta atau kota besar lain untuk mencari pekerjaan. Hal ini yang membuat pembangunan di desa relatif lambat karena banyak pemuda desa yang pergi merantau ke kota besar untuk mendapatkan kehidupan yang mereka anggap lebih baik. Pemerintah sudah menggelontorkan dana untuk pembangunan desa namun pengelolan dana desa hanya berfokus pada pembangunan fisik desa saja, untuk pembangunan sumber daya manusia dan lapangan pekerjaan belum maksimal. Sebagai pemuda desa sebaiknya kita ikut membantu membangun desa degan cara berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat desa, dengan demikian maka kehidupan di desa akan lebih sejahtera.

Tayangan TV ramah anak

"Salahkah aku jika mencintai suami orang?" "Ibuku penjual bakso boraks" "ayahku ternyata bukan ayahmu" Masih banyak lagi judul FTV yang terbilang nyeleneh namun justru program televisi yang seperti itulah yang justru mendapat rating tinggi.  Belum lagi ditambah program program TV yang kurang memberikan nilai edukasi kepada masyarakat seperti realiti show yang hanya menyuguhkan konten hiburan saja, bahkan ujaran sarkasme, adegan kekerasan atau drama drama tak bermutu masih bisa dengan mudah kita temukan di siaran televisi. Padahal menurut survei yang dilakukan dilakukan oleh Nielsen Indonesia pada tahun 2017 Televisi merupakan media terfavorit yang digunakan masyarakat Indonesia yaitu sebanyak 96%, disusul oleh media media lainnya seperti media luar ruang, internet dan radio. Dan dari Pengguna TV tersebut sebanyak 97% anak anak dan remaja menggunakan  TV. Penyiaran Indonesia darurat tayangan ramah anak, sekarang ini sangat jarang kita menemuk...

Fanatisme

Fanatisme adalah keyakinan/ (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama dan sebagainya). (KBBI) Kenapa penulis ingin mengulas tentang fanatisme? Masih segar ingatan kita pada apa yang telah terjadi pada seorang pria bernama Haringga Sirila seorang pendukung salah satu klub bola indonesia yang tewas dikeroyok oleh oknum pendukung klub lawan,  dilansir dari laman berita Liputan6.com Peristiwa pengeroyokan terjadi di area parkir GBLA. kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB atau tiga jam sebelum Kick-off pertandingan Persib kontra persija, Minggu (23/9/2018).  Mirisnya hal seperti ini bukanlah kejadian pertama, sebelumnya kejadian pernah beberapa kali terjadi. Hal seperti ini sebenarnya mencoreng citra sepak bola Indonesia di mata dunia.  Lantas mengapa kejadian seperti bisa terjadi? kecintaan  terhadap sesuatu dengan berlebihan atau fanatisme menjadi dasar yang kuat sehingga keinginan untuk saling berbangga diri dan meno...

Guru perokok

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari Peribahasa ini sangat populer di kalangan masyarakat lalu apa maksud dari peribahasa tersebut? Maksud dari peribahasa ini adalah murid biasanya akan bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru tidak boleh memberikan contoh yang buruk. Namun kenyataannya masih banyak guru yang memberi contoh yang kurang baik salah satunya adalah merokok. Sering penulis temukan masih banyak guru yang merokok bahkan di lingkungan sekolah padahal sudah jelas tercantum dalam PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2015 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DI LINGKUNGAN SEKOLAH. Kepala sekolah dapat memberikan sanksi kepada guru, tenaga kependidikan, dan Pihak lain yang terbukti melanggar ketentuan Kawasan tanpa rokok di Lingkungan Sekolah. (Pasal 5 Ayat 3) Namun dalam realitanya masih kurang efektif dalam menekan jumlah  penggunaan rokok di lingkungan pendidikan khususnya yang dilakukan oleh guru, ketika murid dilarang merok...

Lulusan SMK mau kuliah?

Gambar:Ilustrasi "Pantas saja kampus ini masih belum terlalu baik kualitasnya, karena semua lulusan SLTA boleh masuk ke kampus ini seperti seperti SMK contohnya". Penulis pernah mendengar seseorang berkata demikian. Hmm.. lantas kenapa? Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan bahkan hal itu sudah dijamin oleh Undang-Undang. Kebetulan penulis adalah lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL) jadi penulis tidak setuju dengan statemen  tersebut, memang pada hakikatnya SMK adalah sekolah yang mempersiapkan siswanya untuk langsung terjun ke dunia kerja namun kita sebagai lulusan SMK juga bisa melanjutkan pendidikan. Kita bisa meneruskan jurusan keahlian kita ke jenjang universitas atau bisa memilih bidang lain keluar dari jurusan kita di SMK. Bahkan menurut penulis banyak sekali keuntungan lulusan SMK jika melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas, kita bisa menggabungkan dua keahlian kita menjadi suatu inovasi di bidang yang kita geluti na...

Jangan di klik, Pamali! (Budaya Pamali untuk Anak)

jika anda membaca artikel ini berarti anda telah melanggar satu pamali.. hehehe.. “jangan duduk di pintu! pamali, nanti jauh jodoh” ”pamali, nasinya harus di habiskan, nanti nasinya nangis” “jangan berkaca di cermin pecah! pamali!”. Mungkin dahulu kita sering mendengar kata pamali, apalagi jika anda lahir dalam lingkungan sunda karena orang tua jaman dahulu terlebih jika orang Sunda sering sekali mengeluarkan kata “pamali” untuk melarang anak-anaknya melakukan sesuatu yang dianggap kurang baik menurut mereka. Sebenarnya tujuan pamali itu sangat baik, misal pamali duduk di depan pintu karena bisa menghalangi orang lewat atau pamali  jika tidak menghabiskan makanan karena memang mubazir membuang buang makanan. namun kenapa harus di takut-takuti untuk menamkan pendidikan? kenapa tidak langsung saja diberitahukan alasan yang logis? entahlah yang pasti budaya pamali adalah salah satu kearifan lokal indonesia yang sukses membuat kita disiplin (pada masanya) namun apakah masih r...

Tolong Antre!

“Mas saya duluan ya, saya buru-buru soalnya” Apa yang anda rasakan jika seseorang mengatakan kalimat tersebut ketika anda sedang membawa belanjaan dan hendak membayar di kasir? Kesal pastinya, hal tersebut sering sekali penulis alami dan yang jadi pertanyaan penulis adalah mengapa orang indonesia sulit sekali untuk mengantre? apakah orang indonesia sangat sibuk sehingga tidak ada waktu untuk menunggu sejenak hingga mendapatkan giliran? atau orang indonesia tidak kenal dengan istilah antre? entahlah namun yang perlu kita ketahui bahwa perilaku antre merupakan tindakan yang sangat terpuji, dengan kita mengantre berarti kita menghargai hak orang lain dan sebaliknya jika anda menyerobot antrean orang lain maka anda menganggap kepentingan orang lain lebih rendah dibandingkan kepentingan anda. Egoisme, hal inilah yang mendasari kenapa orang sulit mengantre, ingin menang sendiri dan menganggap kepentingan diri sendiri lebih penting daripada kepentingan orang lain. untuk menumbuhkan bu...

Ironi Sebatang Rokok

“PERINGATAN : MEROKOK MEMBUNUHMU” kutipan ini penulis ambil dari iklan rokok yang beredar di Indonesia. Namun pernahkah anda memikirkan kenapa harus ada peringatan atau bahkan gambar mengerikan dalam iklan atau bungkus rokok? Jawabannya adalah, pemerintah sudah mengatur hal tersebut dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.109 tahun 2012 tentang Pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif   berupa produk tembakau bagi kesehatan dalam peraturan tersebut terdapat ketentuan bahwa dalam iklan produk rokok harus mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan sebesar paling sedikit 10% (sepuluh persen) dari total durasi iklan dan/atau 15% (lima belas persen) dari total luas iklan. Pertanyaan selanjutnya adalah jika merokok itu dapat membunuhmu lalu kenapa pemerintah masih membolehkan adanya industri rokok? Sejarah mencatat industri rokok di indonesia sudah dimulai sejak abad ke-19 oleh seseorang bernama Nitisemito pada tahun 1906 dengan merek “Tjap Ba...

Bahaya perundungan dan residunya pada anak

Image: Pexel.com Perundungan atau lebih dikenal dengan   istilah bullying  sudah tidak asing lagi kita dengar, sudah sangat sering kasus perundungan menjadi  headline  di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. Lalu apa itu perundungan? Dan apa dampaknya jika terjadi kepada anak? Sebelum penulis mengulas lebih dalam tentang perundungan, penulis akan menceritakan pengalaman pribadi penulis yang pernah menjadi korban perundungan. Pada saat itu usia penulis masih berusia sekitar 11 tahun dan  duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar,  penulis menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh kakak kelas mungkin dahulu penulis adalah anak yang pendiam dan kurang suka bersosialisasi sehingga menjadi sasaran empuk untuk dirundung, penulis mendapat pelecehan verbal, intimidasi dan dipermalukan didepan umum bahkan sampai saat ini pun penulis masih ingat betul semua detail kajadian tersebut padahal kejadian itu sudah bertahun tahun berlalu mungkin karen...

Kontrasnya kualitas dan kuantitas pendidikan Indonesia

Indonesia’s education system has been a high-volume, low-quality enterprise that has fallen well short of the country’s ambitions for an “internationally competitive” system.[1] Di era sekarang ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer sebagian masyarakat dunia, banyak orang berlomba lomba untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bahkan sebagian masyarakat pedesaan di indonesia menganggap pendidikan merupakan simbol status sosial, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin terhormat pula seseorang dimata masyarakat. Hal ini membuat sektor pendidikan di Indonesia menjadi tambang emas yang sangat potensial bagi beberapa orang. Langkah besar pemerintah Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah telah membuat langkah besar dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, dengan berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana dan pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat. Terbukti  pada jumlah sekolah (semua jenjang pendidikan) pada dua tahun terakhir men...

Index

INDEX : 1. Kontrasnya kualitas dan kuantitas pendidkan Indonesia 2. Bahaya perundungan dan residunya pada anak 3. Ironi Sebatang Rokok 4. Tolong Antre! 5. Jangan diklik, pamali! (Budaya Pamali untuk Anak) 6. Lulusan SMK mau kuliah? 7. Guru perokok 8. Fanatisme 9. Tayangan TV ramah anak 10. Kenapa harus ke Jakarta? 11. SD ku 12. Nepotisme di perekrutan tenaga pengajar? 13. Guru VS Dokter 14. Mendidik manusia atau memprogram robot? 15. Sikap kita menghadapi #2019 16. Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau untuk edukasi 17. Vaksin MR haram, tapi 18. Masih perlukah Ujian Nasional? 19. Yakin mau jadi guru SD? 20. Don't judge a book by its cover, then how we judge it? 21. Bina Lingkungan sekitar saja dulu 22. Kebebasan berekspresi di Indonesia