Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Guru

Guru vs Dokter

Guru adalah sosok yang menjadi teladan bagi sang murid. Guru "Digugu" atau (didengar) dan "ditiru" (dicontoh) sudah selayaknya guru menjadi role model bagi muridnya dan dituntut menjadi guru profesional menjadi guru haruslah memiliki 4 kompetensi dasar yaitu, Pedagogik, Kepribadian, Sosial dan Profesional.  Maka dari itu jika menjadi guru tanpa memiliki keempat kompetensi dasar tersebut berarti ia telah melakukan "malapraktik" karena murid bisa diibaratkan seorang pasien yang harus ditangani oleh dokter yang berkompeten di bidangnya bedanya jika seorang dokter melakukan malapraktik maka efeknya akan langsung dirasakan pasien berbeda dengan guru jika guru melakukan kesalahan dalam menangani siswa maka dampak yang akan dirasakan siswa baru akan terasa ketika mereka dewasa.  Dan hal ini juga bisa mempengaruhi kualitas pendidikan suatu negara karena guru merupakan ujung tombak dari pendidkan.

Nepotisme di perekrutan tenaga pengajar?

"Eh, elu kok udah ngajar sih? Lulus aja belom" " Iya, soalnya bapak gue ngajar disana yaudah gue masuk aja. lumayan " Dialog tersebut adalah percakapan penulis dengan seorang teman yang sudah mengajar di salah satu SD, padahal ia belum mendapatkan ilmu yang cukup. Padahal hal ini akan berdaberdampak pada murid didiknya dan berimplikasi pada kualitas pendidikan. Ilmu mendidik belum mumpuni sudah menangani anak didik, penanganan yang salah pada peserta didik akan berdampak sampai ia dewasa sama seperti halnya dokter melakukan malapraktik, jika dokter melakukan malapraktik dampaknya akan langsung terasa oleh sang pasien berbeda jika guru yang melakukan malapraktik maka dampaknya baru akan terasa ketika sang murid menjadi dewasa. Hal ini mencerminkan bagaimana perekrutan guru adalah faktor penentu dalam perkembangan kualitas pendidikan di indonesia. Nepotisme seharusnya tidak dilakukan karena yang dipetaruhkan adalah penerus bangsa ini.