Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan

Yakin mau jadi guru SD?

Profesi guru menjadi profesi yang menjanjikan. Tunjangan, gaji besar, dan jaminan saat pensiun. Mungkin menjadi motivasi para siswa SLTA khusus wilayah Banten dan sekitarnya untuk menjadikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan menjadi fakultas tujuan mereka saat pendaftaran Seleksi masuk PTN, hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa FKIP di Untirta.  Untuk jurusan PGSD bahkan menjadi salah satu jurusan favorit di FKIP terbukti dari banyaknya jumlah siswa yang mendiami 4 kelas (angkatan 2017). Bagaimana sebenarnya realitas yang terjadi pada guru SD? Sebenarnya menjadi guru SD merupakan tugas yang mulia, namun untuk kesejahteraan guru SD masih jadi pertanyaan hal ini akibat banyaknya guru SD honorer yang mendapat gaji yang tidak sesuai dengan tugasnya, sekitar Rp 300 ribu perbulan bahkan insentif ini diberi setiap 3-6 bulan sekali.  Mungkin hal ini yang mengakibatkan kualitas SD di Indonesia masih kurang baik karena tenaga pendidik merupakan ujung tombak dunia pendidika...

Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau untuk edukasi

Manusia dapat belajar dimana dan kapan saja namun pemikiran yang berkembang di masyarakat adalah bahwa belajar hanya bisa dilakukan di dalam kelas. Banyak sekali tempat yang sangat cocok untuk tempat belajar namun kurang dimanffdiman dengan baik misalnya Ruang Terbuka Hijau, apa itu ruang terbuka hijau? Menurut Undang- Undang RI No.26 tahun 2007 Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang  penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang  tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.  Pemanfaatan ruang terbuka hijau belum maksimal terlebih untuk mengedukasi anak anak akan pentingnya alam  padahal pruang terbuka hijau bisa manjadi media yang tepat untuk anak mempelajari ekosistem karena dalam Ruang terbuka hijau terdapat bermacam macam hewan tanaman bahkan unsur abiotik. Namun hal ini tidak dimanfaatkan oleh para pendidik baik orang tua maupun guru.

Mendidik manusia atau memprogram Robot?

Sistem pendidikan Indonesia itu menghasilkan robot bernyawa yang telah diprogram sedemikian rupa agar bisa menjawab semua soal suatu ujian. Kenapa penulis berstatemen demikian? Penulis ingin bertanya kepada anda, apa yang biasa anda lakukan jika akan menghadapi suatu ujian? Pasti jawabannya adalah belajar. Dengan cara apa? Dengan cara mengingat dan menghafal konsep konsep atau teori yang pernah di berikan guru. Dan hal tersebut sama seperti halnya anda membuat suatu program robot pasti anda memasukkan semua perintah yang anda kehendaki kedalam program tersebut. Manusia dituntut mengingat semua materi yang akan diberikan karena tujuan utama dari sekolah di Indonesia adalah lulus dari tes. Contoh: ketika anda SD, tujuan utama dari sekolah tersebut adalah lulus dari tes yang dilakukan oleh negara (UN) dan sekolah (US) agar mendapatkan nilai maksimum dan bisa masuk ke jenjang berikutnya dan hal ini berlanjut sampai jenjang perguruan tinggi. Hal ini membuat manusia akan melaku...

SD ku.

“ Dek tadi belajar apa?”(tanya penulis kepada adik penulis) “Belajar IPA kak” jawabnya. “Belajar IPA nya bagian materi apa?” “Enggak tahu kak, tapi tadi disekolah nyalin dari buku paket ke buku tulis kak” “Kok bisa enggak tahu?” “Iya soalnya tadi gurunya hanya menyuruh menulis saja”. Hmm, kok belum ada perubahan ya? padahal cara belajar seperti itu sudah dipakai ketika saya bersekolah di sana dan itu sudah sekitar 11 tahun yang lalu. Pikir penulis. “Siapa yang mengajar?”  “Pak Adi kak” Kebetulan Adi adalah teman sekelas penulis saat SD. Adi baru saja lulus dari SMA sekitar setahun yang lalu dan mengajar di SD tersebut.  Penulis pikir kenapa setelah ia mendapatkan cara pengajaran yang kurang baik kenapa ia melakukan kesalahan yang sama padahal kita sama sama tahu bahwa cara mengajar tersebut tidaklah baik, Jika hal ini terus berlanjut bukan tidak mungkin jika anak muridnya menjadi pengajar maka akan melakukan hal yang sama. Cerita ini hanyalah salah satu cerita mung...

Fanatisme

Fanatisme adalah keyakinan/ (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama dan sebagainya). (KBBI) Kenapa penulis ingin mengulas tentang fanatisme? Masih segar ingatan kita pada apa yang telah terjadi pada seorang pria bernama Haringga Sirila seorang pendukung salah satu klub bola indonesia yang tewas dikeroyok oleh oknum pendukung klub lawan,  dilansir dari laman berita Liputan6.com Peristiwa pengeroyokan terjadi di area parkir GBLA. kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB atau tiga jam sebelum Kick-off pertandingan Persib kontra persija, Minggu (23/9/2018).  Mirisnya hal seperti ini bukanlah kejadian pertama, sebelumnya kejadian pernah beberapa kali terjadi. Hal seperti ini sebenarnya mencoreng citra sepak bola Indonesia di mata dunia.  Lantas mengapa kejadian seperti bisa terjadi? kecintaan  terhadap sesuatu dengan berlebihan atau fanatisme menjadi dasar yang kuat sehingga keinginan untuk saling berbangga diri dan meno...

Guru perokok

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari Peribahasa ini sangat populer di kalangan masyarakat lalu apa maksud dari peribahasa tersebut? Maksud dari peribahasa ini adalah murid biasanya akan bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru tidak boleh memberikan contoh yang buruk. Namun kenyataannya masih banyak guru yang memberi contoh yang kurang baik salah satunya adalah merokok. Sering penulis temukan masih banyak guru yang merokok bahkan di lingkungan sekolah padahal sudah jelas tercantum dalam PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2015 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DI LINGKUNGAN SEKOLAH. Kepala sekolah dapat memberikan sanksi kepada guru, tenaga kependidikan, dan Pihak lain yang terbukti melanggar ketentuan Kawasan tanpa rokok di Lingkungan Sekolah. (Pasal 5 Ayat 3) Namun dalam realitanya masih kurang efektif dalam menekan jumlah  penggunaan rokok di lingkungan pendidikan khususnya yang dilakukan oleh guru, ketika murid dilarang merok...

Lulusan SMK mau kuliah?

Gambar:Ilustrasi "Pantas saja kampus ini masih belum terlalu baik kualitasnya, karena semua lulusan SLTA boleh masuk ke kampus ini seperti seperti SMK contohnya". Penulis pernah mendengar seseorang berkata demikian. Hmm.. lantas kenapa? Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan bahkan hal itu sudah dijamin oleh Undang-Undang. Kebetulan penulis adalah lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL) jadi penulis tidak setuju dengan statemen  tersebut, memang pada hakikatnya SMK adalah sekolah yang mempersiapkan siswanya untuk langsung terjun ke dunia kerja namun kita sebagai lulusan SMK juga bisa melanjutkan pendidikan. Kita bisa meneruskan jurusan keahlian kita ke jenjang universitas atau bisa memilih bidang lain keluar dari jurusan kita di SMK. Bahkan menurut penulis banyak sekali keuntungan lulusan SMK jika melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas, kita bisa menggabungkan dua keahlian kita menjadi suatu inovasi di bidang yang kita geluti na...

Jangan di klik, Pamali! (Budaya Pamali untuk Anak)

jika anda membaca artikel ini berarti anda telah melanggar satu pamali.. hehehe.. “jangan duduk di pintu! pamali, nanti jauh jodoh” ”pamali, nasinya harus di habiskan, nanti nasinya nangis” “jangan berkaca di cermin pecah! pamali!”. Mungkin dahulu kita sering mendengar kata pamali, apalagi jika anda lahir dalam lingkungan sunda karena orang tua jaman dahulu terlebih jika orang Sunda sering sekali mengeluarkan kata “pamali” untuk melarang anak-anaknya melakukan sesuatu yang dianggap kurang baik menurut mereka. Sebenarnya tujuan pamali itu sangat baik, misal pamali duduk di depan pintu karena bisa menghalangi orang lewat atau pamali  jika tidak menghabiskan makanan karena memang mubazir membuang buang makanan. namun kenapa harus di takut-takuti untuk menamkan pendidikan? kenapa tidak langsung saja diberitahukan alasan yang logis? entahlah yang pasti budaya pamali adalah salah satu kearifan lokal indonesia yang sukses membuat kita disiplin (pada masanya) namun apakah masih r...

Tolong Antre!

“Mas saya duluan ya, saya buru-buru soalnya” Apa yang anda rasakan jika seseorang mengatakan kalimat tersebut ketika anda sedang membawa belanjaan dan hendak membayar di kasir? Kesal pastinya, hal tersebut sering sekali penulis alami dan yang jadi pertanyaan penulis adalah mengapa orang indonesia sulit sekali untuk mengantre? apakah orang indonesia sangat sibuk sehingga tidak ada waktu untuk menunggu sejenak hingga mendapatkan giliran? atau orang indonesia tidak kenal dengan istilah antre? entahlah namun yang perlu kita ketahui bahwa perilaku antre merupakan tindakan yang sangat terpuji, dengan kita mengantre berarti kita menghargai hak orang lain dan sebaliknya jika anda menyerobot antrean orang lain maka anda menganggap kepentingan orang lain lebih rendah dibandingkan kepentingan anda. Egoisme, hal inilah yang mendasari kenapa orang sulit mengantre, ingin menang sendiri dan menganggap kepentingan diri sendiri lebih penting daripada kepentingan orang lain. untuk menumbuhkan bu...

Ironi Sebatang Rokok

“PERINGATAN : MEROKOK MEMBUNUHMU” kutipan ini penulis ambil dari iklan rokok yang beredar di Indonesia. Namun pernahkah anda memikirkan kenapa harus ada peringatan atau bahkan gambar mengerikan dalam iklan atau bungkus rokok? Jawabannya adalah, pemerintah sudah mengatur hal tersebut dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.109 tahun 2012 tentang Pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif   berupa produk tembakau bagi kesehatan dalam peraturan tersebut terdapat ketentuan bahwa dalam iklan produk rokok harus mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan sebesar paling sedikit 10% (sepuluh persen) dari total durasi iklan dan/atau 15% (lima belas persen) dari total luas iklan. Pertanyaan selanjutnya adalah jika merokok itu dapat membunuhmu lalu kenapa pemerintah masih membolehkan adanya industri rokok? Sejarah mencatat industri rokok di indonesia sudah dimulai sejak abad ke-19 oleh seseorang bernama Nitisemito pada tahun 1906 dengan merek “Tjap Ba...

Kontrasnya kualitas dan kuantitas pendidikan Indonesia

Indonesia’s education system has been a high-volume, low-quality enterprise that has fallen well short of the country’s ambitions for an “internationally competitive” system.[1] Di era sekarang ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer sebagian masyarakat dunia, banyak orang berlomba lomba untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bahkan sebagian masyarakat pedesaan di indonesia menganggap pendidikan merupakan simbol status sosial, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin terhormat pula seseorang dimata masyarakat. Hal ini membuat sektor pendidikan di Indonesia menjadi tambang emas yang sangat potensial bagi beberapa orang. Langkah besar pemerintah Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah telah membuat langkah besar dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, dengan berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana dan pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat. Terbukti  pada jumlah sekolah (semua jenjang pendidikan) pada dua tahun terakhir men...