Langsung ke konten utama

Lulusan SMK mau kuliah?

Gambar:Ilustrasi

"Pantas saja kampus ini masih belum terlalu baik kualitasnya, karena semua lulusan SLTA boleh masuk ke kampus ini seperti seperti SMK contohnya".

Penulis pernah mendengar seseorang berkata demikian.

Hmm.. lantas kenapa? Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan bahkan hal itu sudah dijamin oleh Undang-Undang.

Kebetulan penulis adalah lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL) jadi penulis tidak setuju dengan statemen  tersebut, memang pada hakikatnya SMK adalah sekolah yang mempersiapkan siswanya untuk langsung terjun ke dunia kerja namun kita sebagai lulusan SMK juga bisa melanjutkan pendidikan. Kita bisa meneruskan jurusan keahlian kita ke jenjang universitas atau bisa memilih bidang lain keluar dari jurusan kita di SMK. Bahkan menurut penulis banyak sekali keuntungan lulusan SMK jika melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas, kita bisa menggabungkan dua keahlian kita menjadi suatu inovasi di bidang yang kita geluti nanti, misalnya penulis adalah lulusan SMK dengan jurusan RPL dan penulis melanjutkan pendidikan penulis di jurusan PGSD dengan demikian penulis memiliki keunggulan di bidang teknologi khususnya di perangkat lunak dan penulis bisa memanfaatkan keahlian tersebut untuk membuat inovasi dalam bidang pendidikan contohnya dengan membuat perangkat lunak khusus untuk membantu dalam penyampaian materi kepada murid SD ketika sudah menjadi guru.

Semua orang mempunyai hak yang sama dan hal tersebut sudah di jamin oleh undang-undang yang bersifat absolut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontrasnya kualitas dan kuantitas pendidikan Indonesia

Indonesia’s education system has been a high-volume, low-quality enterprise that has fallen well short of the country’s ambitions for an “internationally competitive” system.[1] Di era sekarang ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer sebagian masyarakat dunia, banyak orang berlomba lomba untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bahkan sebagian masyarakat pedesaan di indonesia menganggap pendidikan merupakan simbol status sosial, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin terhormat pula seseorang dimata masyarakat. Hal ini membuat sektor pendidikan di Indonesia menjadi tambang emas yang sangat potensial bagi beberapa orang. Langkah besar pemerintah Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah telah membuat langkah besar dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, dengan berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana dan pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat. Terbukti  pada jumlah sekolah (semua jenjang pendidikan) pada dua tahun terakhir men...

Pikukuh Baduy : panjang jangan dipotong pendek jangan disambung

"lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung" kutipan diatas penulis kutip dari sebuah pikukuh atau nasehat yang sudah turun temurun dijaga oleh masyarakat baduy, arti dari kutipan diatas adalah panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung dari kalimat ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa alam ini harus lah dijaga dan kita tidak boleh merubah dan merusak alam yang sudah Tuhan ciptakan, semua mesti dalam keadaan seimbang, tidak boleh lebih atau kurang, alam yang sudah ada sejak dulu haruslah dipelihara sebaik mungkin karena kita hidup begantung pada alam, ketika alam marah maka tidaka ada upaya yang bisa kita lakukan. jika seluruh Indonesia menerapkan apa yang dilakukan masyarakat baduy penulis percaya pasti alam kita akan selalu lestari. Jadi apa yang kita pelajari dari masyarakat baduy? adalah kita tidak boleh merusak alam seenaknya karena kita hidup dari alam maka sebaiknya kita menjaga alam kita.

Don't judge a book by its cover? Then, how we judge it?

Don't judge a book by its cover        Pernah mendengar ungkapan tersebut? Penulis yakin anda semua pasti pernah mendengarnya atau bahkan menggunakannya, ya ungkapan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada orang bahwa untuk menilai sesuatu tidak bisa hanya melihat dari luarnya saja, namun seberapa benar ungkapan tersebut?        Di toko buku sendiri buku (baru) yang mereka jual pasti dalam keadaan terbungkus plastik, lalu bagamana cara kita menilai sebuah buku jika bukan dari jilidnya? Seorang penulis buku yang baik pasti akan memilih perancang jilid terbaik untuk karyanya karena ia ingin memberikan yang terbaik untuk para pembaca karyanya. Begitu pula dengan manusia, manusia yang baik pasti akan menampilkan kesan yang baik kepada orang disekitarnya.        Jadi, nilailah buku dari jilidnya karena buku yang baik pasti ditulis oleh penulis yang baik dan penulis yang baik pasti akan memilih perancang jilid...