Langsung ke konten utama

Bahaya perundungan dan residunya pada anak


Image: Pexel.com
Perundungan atau lebih dikenal dengan istilah bullying sudah tidak asing lagi kita dengar, sudah sangat sering kasus perundungan menjadi headline di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. Lalu apa itu perundungan? Dan apa dampaknya jika terjadi kepada anak?

Sebelum penulis mengulas lebih dalam tentang perundungan, penulis akan menceritakan pengalaman pribadi penulis yang pernah menjadi korban perundungan. Pada saat itu usia penulis masih berusia sekitar 11 tahun dan  duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar,  penulis menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh kakak kelas mungkin dahulu penulis adalah anak yang pendiam dan kurang suka bersosialisasi sehingga menjadi sasaran empuk untuk dirundung, penulis mendapat pelecehan verbal, intimidasi dan dipermalukan didepan umum bahkan sampai saat ini pun penulis masih ingat betul semua detail kajadian tersebut padahal kejadian itu sudah bertahun tahun berlalu mungkin karena penanganan yang kurang baik sehingga menimbulkan dampak traumatis yang lumayan menggangu, hingga saat ini penulis masih kurang nyaman jika harus berhubungan dengan 'senior'.

Apa itu Perundungan?
Perundingan adalah proses, cara atau perbuatan merundung dan kata merundung sendiri bermakna menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu, seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam atau merongrong. (Sumber: KBBI)

Dari pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa perundungan bukan hanya menyangkut fisik saja tetapi juga psikis justru trauma psikis jauh lebih berbahaya dibanding trauma fisik karena luka psikis tidak dapat terlihat secara langsung dan jika salah dalam penanganan maka akan menyebabkan dampak yang berkepanjangan. Apalagi jika perundungan ini terjadi kepada anak-anak maka hal ini akan memberikan dampak yang buruk terhadap perkembangan mereka.

Dampak yang mungkin terjadi kepada korban perundungan
Dampaknya langsung yang terjadi adalah stress dan depresi. Akibatnya korban perundungan akan mengalami gangguan kepribadian. Korban perundungan memiliki presepsi bahwa apa yang mereka pikirkan salah, mereka berfikir negatif, kurangnya percaya diri dan semangat. Korban mengalami trauma sehingga mereka mengalami gangguan psikologis. Banyak juga yang melakukan percobaan bunuh diri dan sebagainya. Pekerjaan, karir, serta prestasi mereka akan menurun karena kurangnya rasa percaya diri terhadap apa yang mereka lakukan. Dan dampak ini akan terbawa hingga dewasa. Mereka yang sering dirundung pada masa kanak-kanak cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah. Laki-laki yang dirundung pada masa kanak-kanak lebih mungkin menganggur dan memperoleh pendapatan lebih sedikit. Hubungan sosial dan kesejahteraan juga terpengaruh. Individu yang dirundung  di waktu kecil, kecil kemungkinannya memiliki hubungan, memiliki jaringan sosial yang baik, dan lebih mungkin memiliki kualitas hidup dan kepuasan kehidupan yang lebih rendah.
Menurut para peneliti penelitian menunjukkan bahwa dampak bullying masih terlihat hingga 40 tahun kemudian. Untuk itu, perilaku merundung haruslah sangat dihindari karena dampaknya yang sedemikian buruk.


Sumber: Bullying UK


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontrasnya kualitas dan kuantitas pendidikan Indonesia

Indonesia’s education system has been a high-volume, low-quality enterprise that has fallen well short of the country’s ambitions for an “internationally competitive” system.[1] Di era sekarang ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer sebagian masyarakat dunia, banyak orang berlomba lomba untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bahkan sebagian masyarakat pedesaan di indonesia menganggap pendidikan merupakan simbol status sosial, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin terhormat pula seseorang dimata masyarakat. Hal ini membuat sektor pendidikan di Indonesia menjadi tambang emas yang sangat potensial bagi beberapa orang. Langkah besar pemerintah Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah telah membuat langkah besar dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, dengan berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana dan pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat. Terbukti  pada jumlah sekolah (semua jenjang pendidikan) pada dua tahun terakhir men...

Pikukuh Baduy : panjang jangan dipotong pendek jangan disambung

"lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung" kutipan diatas penulis kutip dari sebuah pikukuh atau nasehat yang sudah turun temurun dijaga oleh masyarakat baduy, arti dari kutipan diatas adalah panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung dari kalimat ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa alam ini harus lah dijaga dan kita tidak boleh merubah dan merusak alam yang sudah Tuhan ciptakan, semua mesti dalam keadaan seimbang, tidak boleh lebih atau kurang, alam yang sudah ada sejak dulu haruslah dipelihara sebaik mungkin karena kita hidup begantung pada alam, ketika alam marah maka tidaka ada upaya yang bisa kita lakukan. jika seluruh Indonesia menerapkan apa yang dilakukan masyarakat baduy penulis percaya pasti alam kita akan selalu lestari. Jadi apa yang kita pelajari dari masyarakat baduy? adalah kita tidak boleh merusak alam seenaknya karena kita hidup dari alam maka sebaiknya kita menjaga alam kita.

Don't judge a book by its cover? Then, how we judge it?

Don't judge a book by its cover        Pernah mendengar ungkapan tersebut? Penulis yakin anda semua pasti pernah mendengarnya atau bahkan menggunakannya, ya ungkapan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada orang bahwa untuk menilai sesuatu tidak bisa hanya melihat dari luarnya saja, namun seberapa benar ungkapan tersebut?        Di toko buku sendiri buku (baru) yang mereka jual pasti dalam keadaan terbungkus plastik, lalu bagamana cara kita menilai sebuah buku jika bukan dari jilidnya? Seorang penulis buku yang baik pasti akan memilih perancang jilid terbaik untuk karyanya karena ia ingin memberikan yang terbaik untuk para pembaca karyanya. Begitu pula dengan manusia, manusia yang baik pasti akan menampilkan kesan yang baik kepada orang disekitarnya.        Jadi, nilailah buku dari jilidnya karena buku yang baik pasti ditulis oleh penulis yang baik dan penulis yang baik pasti akan memilih perancang jilid...