Langsung ke konten utama

Unity in diversity..


Hai pembaca..
Kali ini penulis ingin mengajak kita semua untuk merenung sejenak dan mensyukuri betapa beruntungnya kita lahir dan hidup di negara zamrud katulistiwa ini, negeri dengan belasan ribu pulau, ratusan suku bangsa, ribuan bahasa, dan beragam agama serta warna kulit.
Bisakah anda sebutkan negara mana yang berdiri seheterogen ini selain Indonesia?

Tunggu, kenapa penulis tiba-tiba ingin membahas tentang ini? Hmm.. karena penulis merasa lelah dan jenuh dengan banyaknya pihak yang mencoba memecah belah kita, ya banyak sekali orang yang mencoba memprovokasi dan berujar kebencian untuk membenci suatu pihak bahkan lebih parahnya hal ini dilakukan oleh oknum pemuka agama yang seharusnya memberikan kesejukan dan mengajarkan untuk saling menghormati untuk hidup harmonis dalam keberagaman.

Ayo kita ambil pelajaran dari peperangan yang terjadi di di timur tengah yang seakan tiada akhir, apa anda tahu apa penyebabnya hingga peperangan pecah di negara-negara timur tengah?
Jawaban adalah intoleransi dan saling membenci satu sama lain, ya mereka saling berperang bahkan dengan saudaranya sendiri hanya karena perbedaan pendapat, dan kita sama-sama tahu bahwa hasil dari peperangan hanya satu yaitu duka. Yang kalah menjadi abu, sedangkan yang menang menjadi bara. 

Tentu kita tidak mau bukan peperangan terjadi di negara yang kita cintai ini? Indonesia dibangun atas pondasi keberagaman ketika pondasi itu dirusak maka apalah yang menopang beratnya beban negeri ini? Jangan sampai karena menuruti nafsu untuk memiliki kendali di negeri ini malah mempertaruhkan persatuan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontrasnya kualitas dan kuantitas pendidikan Indonesia

Indonesia’s education system has been a high-volume, low-quality enterprise that has fallen well short of the country’s ambitions for an “internationally competitive” system.[1] Di era sekarang ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer sebagian masyarakat dunia, banyak orang berlomba lomba untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bahkan sebagian masyarakat pedesaan di indonesia menganggap pendidikan merupakan simbol status sosial, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin terhormat pula seseorang dimata masyarakat. Hal ini membuat sektor pendidikan di Indonesia menjadi tambang emas yang sangat potensial bagi beberapa orang. Langkah besar pemerintah Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah telah membuat langkah besar dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, dengan berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana dan pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat. Terbukti  pada jumlah sekolah (semua jenjang pendidikan) pada dua tahun terakhir men...

Pikukuh Baduy : panjang jangan dipotong pendek jangan disambung

"lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung" kutipan diatas penulis kutip dari sebuah pikukuh atau nasehat yang sudah turun temurun dijaga oleh masyarakat baduy, arti dari kutipan diatas adalah panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung dari kalimat ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa alam ini harus lah dijaga dan kita tidak boleh merubah dan merusak alam yang sudah Tuhan ciptakan, semua mesti dalam keadaan seimbang, tidak boleh lebih atau kurang, alam yang sudah ada sejak dulu haruslah dipelihara sebaik mungkin karena kita hidup begantung pada alam, ketika alam marah maka tidaka ada upaya yang bisa kita lakukan. jika seluruh Indonesia menerapkan apa yang dilakukan masyarakat baduy penulis percaya pasti alam kita akan selalu lestari. Jadi apa yang kita pelajari dari masyarakat baduy? adalah kita tidak boleh merusak alam seenaknya karena kita hidup dari alam maka sebaiknya kita menjaga alam kita.

Don't judge a book by its cover? Then, how we judge it?

Don't judge a book by its cover        Pernah mendengar ungkapan tersebut? Penulis yakin anda semua pasti pernah mendengarnya atau bahkan menggunakannya, ya ungkapan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada orang bahwa untuk menilai sesuatu tidak bisa hanya melihat dari luarnya saja, namun seberapa benar ungkapan tersebut?        Di toko buku sendiri buku (baru) yang mereka jual pasti dalam keadaan terbungkus plastik, lalu bagamana cara kita menilai sebuah buku jika bukan dari jilidnya? Seorang penulis buku yang baik pasti akan memilih perancang jilid terbaik untuk karyanya karena ia ingin memberikan yang terbaik untuk para pembaca karyanya. Begitu pula dengan manusia, manusia yang baik pasti akan menampilkan kesan yang baik kepada orang disekitarnya.        Jadi, nilailah buku dari jilidnya karena buku yang baik pasti ditulis oleh penulis yang baik dan penulis yang baik pasti akan memilih perancang jilid...