Apa kabar pembaca yang budiman..
Kali ini penulis akan membahas mengenai Revolusi Industri 4.0 yang akan kita hadapi.
Ketika kita mendengar istilah revolusi industri, pasti pikiran kita akan langsung mengarah pada era dimana revolusi industri dimulai. Revolusi Industri dimulai sekitar abad ke-17 ketika itu revolusi industri telah merubah segalanya, bahkan semenjak revolusi industri dimulai bumi yang kita cintai ini mendapatkan pengaruh, Suhu bumi terus meningkat secara signifikan, iklim yang semakin tidak menentu, dsb.
Hal ini disebabkan ole penggunaan teknologi yang tidak ramah lingkungan, penggunaan mesin uap yang sangat masif mengakibatkan produksi gas rumah kaca melonjak drastis.
lalu, apa bedanya dengan revolusi industri 4.0 yang akan kita hadapi? berbeda dengan Revolusi industri pertamayang terjadi pada beberapa abad lalu revolusi 4.0 ini akan lebih ramah lingkungan, namun pengaruhnya akan lebih luar biasa. pengaruhnya akan sangat berdampak pada sendi kehidupan manusia.
Termasuk dalam dunia pendidikan, tidak bisa kita pungkiri bahwa perdagangan bebas, teknologi super canggih seperti penggunaan AI, dsb memaksa dunia pendidikan mau tidak mau dan suka tidak suka harus mengikuti arah dunia industri. karena apa? enath disadari atau tidak pendidikan telah mengalami pergeseran fungsi yang sangat fundamental, dari fungsi awal yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi alat pemenuhan kualifikasi untuk dunia industri. Hmm we can't deny it, right?
Seperti apa sih gambaran dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0?
Semua pembelajaran yang dilakukan haruslah berbasis pada ICT/IT tentu saja hal ini menuntut guru harus memiliki kompetensi yang lebih, khususnya pada bidang IT, selain itu tentu saja murid yang dihadapi akan berbeda mereka terbiasa dengan teknologi canggih, gawai, internet dalam kesehariannya dan hal ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi para guru, bukan tidak mungkin profesi guru di Indonesia ini akan didominasi oleh tenaga asing dan jika hal ini sudah terjadi maka bersiaplah Indonesia akan mengalami Imperialisme 2.0.
Komentar
Posting Komentar