Langsung ke konten utama

Indonesia: terlahir kaya namun sulit menjaga.

Salam..
Sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau dengan samudera sebagai pemisah membuat negara Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam saking banyaknya mungkin satu orang yang tinggal di daerah satu belum tentu mengetahui kebudayaan Indonesia di tempat lainnya, keragaman budaya ini merupakan berkah dari Tuhan yang patut kita syukuri namun dengan banyaknya kekayaan ini berarti kita juga mempunyai tugas yang berat pula yaitu menjaga warisan leluhur kita agar tetap ada dan lestari dan dengan kekayaan budaya ini pula membuat banyak bangsa yang iri pada negara kita ini bahkan diantara dari mereka kerap mengklaim kebudayaan kita ini bahkan tidak tanggung-tanggung mereka mengklaim budaya kita secara terang-terangan  mereka berdalih kedekatan kita secara geografis membuat budaya asli Indonesia adalah budaya bersama, budaya serumpun lah, apalah kadang penulis sering gemas ketika melihat warga dari negara tersebut bersikukuh menganggap budaya yang Indonesia miliki adalah budaya mereka juga, bahkan mereka kerap membalikkan fakta dan menyebut Indonesia lah yang mengklaim budaya  mereka. Bukan hanya budaya bahkan pulau terluar kita pun sudah menjadi hak milik mereka.

Batik
Siapa yang tidak tahu proses memberikan motif pada kain ini, secara bahasa saja batik berasal dari kata amba dan titik (bahasa Jawa), membatik adalah proses memberikan motif dengan menggunakan lilin hingga tercipta motif yang khas pada kain. Batik muncul di pulau jawa sekitar abad ke-18 dan meluas ke wilayah lainnya.

Pulau Sipadan dan Ligitan
Kedua pulau indonesia ini terletak di selat makasar ini diakui negara tersebut pada tahun 1967, sebenarnya pemerintah indonesia sudah berupaya untuk mempertahankan kedua pulau ini namun indonesia kalah dalam persidangan mahkamah internasional dan kedua pulau ini resmi menjadi milik negara itu.

Tari Pendet
Pada tahun 2009 masyarakat indonesia dibuat geram dengan munculnya tari pendet di iklan pariwisata negara tersebut, tari pendet adalah tarian asli indonesia yang betasal dari Bali.

Lagu "Rasa Sayange"
Lagu rasa sayange muncul di ajang sea games pada tahun 2017 yang diselenggarakan di negara tersebut dan mengklaim bahwa lahu tersebut merupakan lagu daerah dari negara tersebut, hal ini bukanlah hal pertama kalinya lagu ini juga pernah diklaim pada tahun 2013an. padahal di indonesia sendiri lagu dari daerah maluku ini sudah lama populer.

Kuda lumping
Masih ingatkah ketika salah satu putri kecantikan dari negara tersebut mengguanakan kostum kuda lumping di perhelatan internasional, tentu saja hal tersebut membuat masyarakat indonesia resah.

Rendang/Randang
Rendang berasal dari kata "merandang" atau mengaduk dari bahasa minang, Rendang sendiri adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas dari Sumatera Barat, Indonesia ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat baik itu di Indonesia sendiri ataupun di luar negeri. Namun salah satu negara tetangga kita ada yang merasa bahwa rendang adalah masakan dari negaranya.
Reog Ponorogo
Negara tersebut juga pernah mengklaim reog ponorogo, kita tahu bahwa reog ponorogo merupakan budaya khas dari daerah Ponorogo. tarian yang mirip tarian Reog ini muncul di iklan pariwisata negara tersebut.
Sebenarnya hal-hal di atas hanyalah sedikit dari contoh budaya dan hak milik kita yang diambil dan diklaim sebagai budaya mereka, sudah sepatutnya sebagai pemilik dari budaya Indonesia kita wajib menjaga dan melestarikannya jangan sampai ada budaya milik kita yang berhasil mereka ambil lagi, sudah cukup Sipadan dan Ligitan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontrasnya kualitas dan kuantitas pendidikan Indonesia

Indonesia’s education system has been a high-volume, low-quality enterprise that has fallen well short of the country’s ambitions for an “internationally competitive” system.[1] Di era sekarang ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer sebagian masyarakat dunia, banyak orang berlomba lomba untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bahkan sebagian masyarakat pedesaan di indonesia menganggap pendidikan merupakan simbol status sosial, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin terhormat pula seseorang dimata masyarakat. Hal ini membuat sektor pendidikan di Indonesia menjadi tambang emas yang sangat potensial bagi beberapa orang. Langkah besar pemerintah Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah telah membuat langkah besar dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, dengan berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana dan pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat. Terbukti  pada jumlah sekolah (semua jenjang pendidikan) pada dua tahun terakhir men...

Pikukuh Baduy : panjang jangan dipotong pendek jangan disambung

"lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung" kutipan diatas penulis kutip dari sebuah pikukuh atau nasehat yang sudah turun temurun dijaga oleh masyarakat baduy, arti dari kutipan diatas adalah panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung dari kalimat ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa alam ini harus lah dijaga dan kita tidak boleh merubah dan merusak alam yang sudah Tuhan ciptakan, semua mesti dalam keadaan seimbang, tidak boleh lebih atau kurang, alam yang sudah ada sejak dulu haruslah dipelihara sebaik mungkin karena kita hidup begantung pada alam, ketika alam marah maka tidaka ada upaya yang bisa kita lakukan. jika seluruh Indonesia menerapkan apa yang dilakukan masyarakat baduy penulis percaya pasti alam kita akan selalu lestari. Jadi apa yang kita pelajari dari masyarakat baduy? adalah kita tidak boleh merusak alam seenaknya karena kita hidup dari alam maka sebaiknya kita menjaga alam kita.

Don't judge a book by its cover? Then, how we judge it?

Don't judge a book by its cover        Pernah mendengar ungkapan tersebut? Penulis yakin anda semua pasti pernah mendengarnya atau bahkan menggunakannya, ya ungkapan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada orang bahwa untuk menilai sesuatu tidak bisa hanya melihat dari luarnya saja, namun seberapa benar ungkapan tersebut?        Di toko buku sendiri buku (baru) yang mereka jual pasti dalam keadaan terbungkus plastik, lalu bagamana cara kita menilai sebuah buku jika bukan dari jilidnya? Seorang penulis buku yang baik pasti akan memilih perancang jilid terbaik untuk karyanya karena ia ingin memberikan yang terbaik untuk para pembaca karyanya. Begitu pula dengan manusia, manusia yang baik pasti akan menampilkan kesan yang baik kepada orang disekitarnya.        Jadi, nilailah buku dari jilidnya karena buku yang baik pasti ditulis oleh penulis yang baik dan penulis yang baik pasti akan memilih perancang jilid...